Rabu, 27 Oktober 2021

Ibu Pembaharu (Aksi untuk Solusi) Review

Jurnal Review Materi keenam 
(Aksi untuk Solusi)

Di jurnal keenam ini saya berpasangan dengan mbak Erli Oktavia, seorang mantan leader Batam yang saat ini menetap di Pasuruan. Diawal beliaulah yang menghubungi saya untuk pertama kalinya.

Sedikit bertukar pesan lalu saya meminta link sosial medianya agar kaminbisa terus berkomunikasi nantinya walau didunia maya.

Ah kamu mbak membuatku seperti bercermin, sama lo dakupun mepet di akhir hari karena begitu banyaknya hal yang kami siapkan untuk jurnal di tim kami.

Awalnya membaca jurnal mbak Erli saya bingung apa yang dibahas, kemana sasaranya, tapi begitu diakhir ada kata kompos dan Mol ah ini dia, projectnya pastilah  tentang misi berkebun untuk menyelamatkan bumi.

Apa yang sudah baik
Runut permasalahan dan link jurnal sebelumnya disertakan.

Kreatif karena membuat template jurnal sendiri dalam bentuk sheet, sehingga lebih mudah diisi dibandingkan template standar.

Terdapat link sosial media di jurnalnya, yang karena saya kepo maka bisa mengintip isi dari sosial media tim ini.


Apa yang perlu diperbaiki
Jikalau tidak membaca sampai akhir jurnal saya tidak akan tau apa yang dibahas dalam projectnya.

Karena jurnal yang dibuat hanya via Gdoc dan template yg dibuat pun hanya menyertakan link, praktis untuk yang suka visual seperti saya agak kesulitan menikmati membaca jurnal karena hanya polosan walau disertai berbagai link.

Saya lebih suka mengintip sosial media D'Kroe Lestari karena pesannya lebih mudah untuk dipahami, dan lebih berwarna.

Apakah buddy sudah menjalankan aksinya dengan penuh kesungguhan?
Mbak Erli menuliskan selama ini apa yang dia lakukan hanya berdampak pada kebunnya sendiri dan belum berdampak bagi sekitarnya, namun setelah melihat teman lainnya beraksi hal ini menginspirasi beliau dan tim untuk lebih meluaskan dampaknya.
Salah satu caranya adalah dengan posting teratur di social media.

Mbak Erli pun  Mengikuti Konggres dengan baik,terlihat dari postingan video di sosial medianya.


Demikian jurnal review kali ini saya buat, semoga apa yang dicita citakan oleh mbak Erli bisa menggerakkan lebih banyak lagi hati untuk bisa ikut menyelamatkan bumi.
Barokallah mbak Erli dan Tim d'Kroe Lestari.

Akhirnya kami bisa meneruskan langkah di bunda salihah. Dan bersiap menyambut Konggres Ibu Pembaharu dengan berbagai kesibukan lainnya.

#materi6review
#bundasalihah
#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia

Senin, 25 Oktober 2021

Ibu Pembaharu materi 6 (Aksi )

Bismillah,
Alhamdulillah syakilla tim sampai juga di level 6 saat ini dengan judul materi aksi untuk solusi

Melalui Gform diberitahukan bahwa syakilla Tim masuk grup 2 kesetaraan Gender.

Alhamdulillah pekan ini kami mengikuti banyak pelatihan,memcoba berbagai hal baru yang sulit.

Sebelumnya secara live ibu mengajarkan dan menyarankan kami beberapa aplikasi pengganti whatsapp yang memungkinkan bagi kami untuk mengorganisir jalannya chat seperti discord dan padlet.

Pelatihan website
Narsum di pelatihan ini adalah mbak Ina Sunardi

Acara ini kami ikuti via zoom, walau tak ubah seperti menonton live tutorial, tapi bagiku Alhamdulillah bisa mengikuti dengan baik.

Materi yang diajarkan adalah tentang pembuatan lay out wordpress sedari awal, aku yang mengikuti zoom via hp tentu tidak bisa langsung praktek karena mode ini hanya tersedia jika menggunakan laptop atau PC.

Aku terbiasa menggunakan blogspot, dengan mengetahui materi ini Alhamdulillah menambah wawasan tentang wordpress walau dalam waktu dekat belum akan di praktekkan karena konsisten merawat satu blog saja bukan perkara yang mudah.

Pelatihan sosial media dan streamyard
Dengan Narsum mbak yuli yuliani dan mbak una.

Social media yang dikupas kali ini adalah Instagram yang beberapa bulan ini sedang ramai dengan fitur terbarunya yaitu reels.

Alhamdulillah di ibu profesional ini dari tahun ketahun tentang socialmedia dikupas tuntas sehingga kami ini benar benar bisa memberdayakan diri kami, istilahnya para Ibu benar benar "melek tekhnologi".

Jika tahun lalu kami giat mengupas segala hal tentang facebook, tahun ini kami digiring untuk mengerti lika liku instagram.

Mulai dari pengaturan jam postingan, pengaturan dashboard secara profesional dan mengintip insight dari akun kami.

Selain itu ternyata dapat ilmu lagi bahwa penggunaan reels benar benar bisa mendongkrak follower dan lebih banyak menjangkau netizen lebih luas.
rabu besok insyaAllah kami akan live di instagram kami @syakillatim, untuk sekedar memberitahukan betapa pentingnya arti misi hidup dari seorang perempuan, agar ia dan keluarganya bisa berbahagia.

Demikian jurnal kali ini semoga bisa menginspirasi para perempuan lainnya diluaran sana. Dan kamipun tetap semangat menjadi salah satu bagian dari ibu pembaharu.

#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia

Selasa, 05 Oktober 2021

Ibu Pembarahu Materi 5 (review)

Bismillah,
Sampai juga Aku di tahap ini alhamdulillah, kali ini berpasangan dengan ibu muda dari jogya. Mbak Neni hanya berdua dengan suaminya dalam tim Teguh Family, beliau menceritakan sama sama tidak bermain sosmed jadi, jurnal kali ini adalah kali pertama merrka membuat akun sosial media untuk tugas di bunda salihah, masyaAllah.

Aku yang tiap hari selalu membuka halaman sosial media bertemu dengan tim keluarga yang nyaris tanpa sosial media sungguh kontras dan banyak sekali yang bisa dicermati.

Proses apa yang dilihat saat menentukan highlight dan key update

Sepertinya mbak Neni ingin membagi kedalam 3 milestone, pertama mengumpulkan ilmunya kemudian merumuskan kurikulum yang ingin dipakai lalu terakhir evaluasi dan tindak lanjut, kalau dibaca dari jurnalnya sepertinya belum jelas untuk mengisi kontennya di media sosial.

Seberapa efektif penggunaan highlight dan key update di media sosial?

Dari jurnal yangnterbaca sepertinya mbak Neni dan suami baru hanya membuat akun sosmed dan belum mengupdatenya secara berkala sesuai dengan milestone yang mereka buat

Apa yang sudah baik

Runutan masalah yang dibuat mbak Neni sudah benar alurnya.

Template sudah diisi dengan baik

Dedaline jadwal pencapaian sudah tertulis jelas dengan bulannya 


Apa yang perlu diperbaiki

Jurnal seperti menggantung diakhir kerna setelah analisis swot tidak ada kata penutup.

Karena tim hanya terdiri dari mbak Neni dan suaminya seharusnya dia menilai apa yg menjadi kelemahan dari suaminya dan melengkapinya begitu pula sebaliknya, hal ini penting dilakukan agar tercipta komunikasi produktif yang baik jika timbul permasalahan, atau keluar dari jalur. Mengingat biasanya suami istri terlalu banyak menganulir setiap problem.

Demikian review jurnal untuk Mbak Neni dari jogya, semoga beliau berkenan kurang lebihnya mohon maaf, semoga Allah mudahkan keinginan mbak Neni dan suami menjadintim tangguh membentengi keluarga.

#ibupembaharu
#jurnalreview
#institutibuprofesional
#bundasalihah
#hexagonia


Selasa, 28 September 2021

Ibu Pembaharu( Identifikasi Aksi)

Bismillah,
Pekan ini jurnal sudah masuk pada materi kelima, yaitu identifikasi aksi.
Lebih seru, karna ibu meminta kami membuat jadwal tayangan di sosial media secara terperinci.

Banyak hal baru yang harus dipelajari seperti beberapa tools di social media beserta aplikasi editing pendukungnya, akhirnya cara yang kami pilih adalah, mendiskusikan dulu apa temanya, kemudian menentukan skenarionya lalu disaty hari bisa tinggal fokus membuat video atau infografis, lebih menghemat waktu karena tidak harus berpikir tema dan mendesign template secara bersamaan. 

Cara inipun lebih efisien karena tume managemen kami harus luarbiasa terjadwal dengan kesibukan baru kami sebagai ibu baru, ditambah anak yang usia SD oun sedang ujian sekolah. Alhamdulillah semua bisa terkendali dengan baik.


Nantinya kami akan merencanakan untuk meng update sosial media yang telah dipersiapkan dengan mwngganti tema seminggu sekali.

inilah alamat akun sosial media yang telah kami buat, sebagai bentuk campaign atas apa yang kami rencanakan.

Kemudian selanjutnya setelah diskusi team akhirnya dengan bantuan analisis swot kami lebih mengenal apa kelemahan dan ancaman terhadap rencana ini, semoga dengan ini akan segera menemukan jalan agar apa yang kami usahakan tidak berakhir sia sia, dan semakin yakin bahwa setiap masalah pastilah memiliki solusi untuk segera diselesaikan.

Demikianlah jurnal kelima ini dibuat berdasarkan hasil diskusi antar Tim, semoga kami konsisten dalam mengerjakan setiap tantangan nantinya.

#materi5identifikasiaksi
#IdentifikasiAksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia
#jurnalibupembaharu
#ibuprofesional
#identifikasiaksi
#bundasalihah
#hexagonia

Selasa, 14 September 2021

jurnal materi 4 (Review)

Bismillah,
Jurnal review kali berpasangan dengan mbak Nunung Syayidah dari IP Garut, ketemu lagi dengan ibu muda luar biasa dengan satu putri yang berusia 6 tahun.

Qodarulloh beliau sedang safar dan selalu sibuk di ranah publik sepertinya, sampai kami tak sempat ngobrol banyak ya mbak, maafkan karena daku pun masih dalam masa pemulihan pasca covid dan lahiran. 

Materinya berkonsentrasi tentang , Kurang Percaya Diri/Bagaimana Meningkatkan Kualitas Diri. Dan menurut kami Problem Statement itu berkesinambungan dengan SDGs point 5 yaitu tentang Kesetaraan Gender, lebih ke meningkatkan skill para perempuan.

Apa yang sudah Baik

Sasaran jelas
Target pencapaian jelas bertanggal
Referensi sumber lengkap
Dilengkapi dengan eflyer yang memudahkan penyimpulan materi


Apa yang perlu diperbaiki

 Aku tidak melihat masalah real yang dihadapi oleh para perempuan atau masing masing anggota tim Bengkel Bunda, yang ingin diselesaikan, misal tidak percaya dirinya itu kenapa, atau meningkatkan skillnya seperti apa misal pedagang ditempat wisata bisa meningkatkan skill dengan bisa berbahasa asing, dan contoh real ini belum disebutkan dalam jurnal.

Seberapa efektif Penggunaan metode SMART
Cukup efektif dan jelas penguraian tugasnya tapi daku tetap tak menemukan indikator apa yang membuat atau menegaskan statement selesai dengan diri sendiri tu seperti apa?
Apa sudah bisa menahan amarah, sudah punya jam online untuk menjawab semua WA yang masuk atau semakin damai dengan suamikah?

Pendapat pribadiku tentang jurnal mbak Nunung S yayidah

Daku  pun merasa mbak Nunung agak mepet dan terburu waktu saat menuliskan jurnal terlihat dari pilihan katanya dan typo yang tidak sempat diperbaiki.

Yuk mbak Nunung kita curahkan hati dan Rasa agar makin banyak para ibu yang terbantu dengan project mu...

Demikianlah review jurnal untuk mbak Nunung syayidah, semoga apa yang diusahakannya bersama tim bisa menjadi solusi bagi para ibu diluaran sana dan semakin banyak membuka mata perempuan lainnya bahwa setiap masalah pastilah menemukan solusinya.


#umpanbalik4
#MetodeSMARTdanSumberDaya
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia

Senin, 06 September 2021

IBu Pembaharu ( Smart dan Sumber Daya)


Bismilah,

Bunda salihah ibu pembaharu akhirnya sampai di materi keempat, yaitu menentukan smart goal bersama tim, namun karena mahasiswi bunda salihah hanya berdua maka materi ini tidak bisa kami bagikan atau kami diskusikan bersama team yang sebagian besar bukan mahasiswa.

Dengan kesibukan baru sebagai new mom with new born baby, dan 3 kakaknya sejenak mengalihkan duniaku.
Sempat nge-hang sejenak. 
Menjauh dari hingar-bingar perkuliahan Bunda Salehah.
Komitmen dan Konsistensi kali ini diuji kembali.
Mengasah konsistensi diri, dimulai dari seberapa besar tanggung jawab kita dalam memegang sebuah komitmen.

Kali ini pun saya berjuang untuk mengalahkan rasa malas. Belajar self motivated 

Mencoba memfasilitasi diri dengan "Learning by Teaching"

Materi ke-4 membahas tentang tujuan.

Dalam melangkah baik itu di keluarga, tim, komunitas maupun personal penting untuk menentukan tujuan.
Arahnya mau kemana.
Bagaimana menentukan tujuan yang tepat?
Dengan cara SMART.

Tapi, sebelum menentukan tujuan ada yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

1. Clarify, Tujuan yang ditentukan harus jelas dan mudah dipahami.

2. Challenge, Tujuan harus memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi sehingga tertantang untuk mencapainya.

3. Commitment, Tanpa komitmen yang tinggi akan sulit untuk mencapai tujuan apapun, terutama untuk tujuan yang menantang

4. Feedback, Menerima informasi seberapa jauh pencapaian. Sebagai bahan motivasi atau apakah perlu adanya evaluasi 

*Menentukan Tujuan SMART*

Spesifik
➡️ Tujuan yang ditentukan harus spesifik tidak umum. Gunakan pertanyaan 5W1H

Measurerable
➡️ Tujuan harus terukur
Bagaimana indikator tujuan telah tercapai

Achievement
➡️ Seberapa realistis tujuan dapat dicapai

Relevant
➡️ Tujuan bermanfaat bagi diri dan tidak tumpang tindih

Timebond
➡️ Memiliki target waktu yang ditetapkan melalui milestone.

Contoh Aplikatif SMART

1. Buat Tujuan SMART
2. Peta Sumber Daya, Petakan sumberdaya yang ada di tim
3. Tetapkan Milestone, buatlah pijakan untuk mencapai tujuan
4. Faktor Pendukung, bersiap dengan situasi terburuk. Misalnya : Golden rules, Exit Prosedur


Pada intinya smart goal ini bertujuan utuk menentukan start awal dan acuan berapa lama waktu minimal yang dapat kami usahakan agar mencapai tujuan dalam waktu yang paling dekat.
Demikian jurnal kali ini, semoga semakin mendekat dengan impian kami dan membuka jalan agar kedepannya kami bisa lebih baik lagi.

#ibupembaharu
#jurnal4
#materi4
#bundasalihah
#smartgoal
#hexagonia
#ibuprofesional

Kamis, 19 Agustus 2021

Ibu Pembaharu (Jurnal 3 Review)

Bismillah,
Akhirnya sampai juga di tahap mereview jurnal ketiga.

Pekan ini aku berpasangan dengan mbak Miftah Irfaniyah yang biasa dipanggil ita yang berasal dari Tanggerang kota.

Mbak ita ini mengangkat tema tentang permasalahan tumbang anak dimasa pandemi. MasyaAllah, benar benar masalah sejuta ibu saat ini yaa, barokallah mbak, semoga menginspirasi.

Setelah melihat isi jurnal dari mbak ita maka yang ingin aku lihat pertama adalah...

Jurnalnya terlalu monoton kerna daku orang visual mbak hihii maapkeun, tapi tak ada template sama sekali  padahal itu membantu orangbyang malas baca sepertikuh...

Kedua di penjabaran kurang lengkap di poin why, dan what dan walaupun ada tidak dipoin seperti yg lainnya.

Ketiga, bahasa penyelesaian masalah kurang detail melainkan masih abstraks kalao menurutku.

Keempat dri semua poin wujud permasalahan sepertinya itu adalah masalah yang dihadapi oleh orang tua bukan murni masalah si anak, dipoin 4 tidak dituliskan contoh secara detail...

Kelima tidak disebutkan berapa rentang usia anak yang ingin dicoba untuk ditata ulang kebiasaan baiknya yang mengendor dimasa pandemi ini.

Yang sudah baik adalah

Mbak ita sadar betul apa masalah yang dihadapinya dan mampu menuliskannya dengan baik.

Lalu mbak ita juga sudah bertemu dengan tim yang solid yang sama sama. Ingin menyelesaikan permasalahan tersebut dan diskusi tim sudah dilakukan.

Selanjutnya semua sumber referensi diskusi jelas disebutkan.

Terakhir, semoga Allah memudahkan perjuangan mbak ita dan team untuk sama sama menemukan sebanyak banyaknya solusi dan menyadarkan para ibu hebat lainnya diluar sana yang memiliki permasalahan yang sama, agar mau mencoba untuk menyelesaikannya.