Rabu, 08 April 2020

pekan kedua puasa

Bismillah

Jurnal pekan kedua
Masuk di penghujung april dan sampai di minggu kedua bulan April,
Kupaksa diriku untuk selalu bahagia setiap hari.

Bagaimana tidak, aku yang lincah kesana kemari harus tetap diam duduk manis terhitung nyaris 4pekan.

Ditambah setiap harinya harus selalu memasak, dan ini masuk ke kuadran bisa namun tidak suka tapi harus dilakukan saat ini.

Selain itu jadwal pembuatan tugas video kaka yang setiap hari, baik itu menari, menyanyi, murojaah, atau tugas komputer, semua harus terdokumentasi dengan baik dengan editing yang bagus.

Konsintensi dan kompetensi kembali diuji kala dipenghujung pekan kusematkan badge merah tanda emosi yang kurang stabil, berkali ingin menyerah di minggu kedua ini, namun saat my buddy datang memberikan charger semangat bahkan rela jauh jauh mengirim apa yg kubutuhkan, aku menyerah untuk tidak lagi berpikir akan kalah.

Ini April, bulan yang selalu merona merah jambu setiap tahunnya. Masa sih kupilih sebagai bulan untukku menyerah? Ajaibnya tiap keinginan selalu terkabul di bulan ini, maka tiap hari kupanjatkan doa doa terbaik untuk mereka mereka yang kusayang dan paling menyayangiku.

Janjiku tiap April selalu menjemput pencapaian baru..

Di minggu kedua April tahun ini
Kuberhasil menjauhkan sosmed dari stalking yang tak perlu, kupaksa diriku menjauh dari semua berita khayalan.

Kedua kuberhasil membuat banyak video editan untuk tugas sekolah kaka.

Ketiga kupaksa diriku mendekat pada impian untuk belajar menjahit, mesin yang kuidamkan setahun yg lalu para member JKT pasti tau betapa keponya aku dengan si mesin ini, butuh waktu setahun untuk mewujudkannya.

Keempat di pekan ini pula aku memasak untuk para kesayangan, setiap hari dengan metode food preparation dengan belanja ke pasar seminggu sekali.

Kelima di pekan ini pula belajar sabar mengajar semua pelajaran kaka bahkan tahfiznya sudah melampaui target hafalan di kelas 3 dan masuk target hafalan kelas 4, meski saat ini si kaka masih duduk di kelas 2, tahun ini dan bencana ini mengajarkan bahwa sesingguhnya fitrah dan pengajaran anak adalah kewajiban orangtuanya bukan guru di sekolah.

Semoga apa yang kuusahakan pekan ini dilihat sebagai pencapaian baru dalam meng upgrade kemampuan diri.

Jazakunnallah tim Bunda Cekatan, yang terus mendorong semangatku untuk belajar.

Karenanya untuk hari ini yang telah menyelsaikan dua masker yg melalui tahap gunting pola dan jahit serta tugas kaka yang tidak telat terkirim, kusematkan badge eccellent...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar