Akhirnya sampai juga di tahap kupu kupu walau perjalanan terasa amat berat.
Kali ini ibu meminta kita untuk menjadi mentor bagi mahasiswi lain, sekaligus juga menjadi mentee pembelajar yang termotivasi oleh yang lainnya.
Meneruskan mind map aku memilih video editing melanjutkan beberapa "misi" Terasa berbeda kalau mendengarkan pengalaman orang lain, saya memilih mbak Diah Soehadi yang ternyata telah menjadi fasil kelas bunsay, melihat beliau sungguh seperti bercermin, wanita hebat multitalenta yang darinya kubelajar banyak
Sebenarnya ada dua tapi ternyata harus memilih salah satunya dan aku memilih yang lebih dahulu respon.
Bingung dan galau ketika harus mencari mentee padahal merasa sama sekali amatir dalam hal apapun setelah berkonsultasi dengan kaka psikolog akhirnya diputuskan untuk memilih tema sebagai self motivation .
Seketika langsung dilamar oleh seorang ibu hebat yan kehidupannya nyaris sempurna, lulusan S2 sedang mengandung 5 bulan anak keempat, dan memiliki suami yang mendukung istrinya berkarir dirumah, namun punya kerinduan tersendiri berkarir dan berkiprah kembali di masyarakat, bahkan putra putrinya sangat nyaman berada di dekat kak aiss ini sampai berkata lebih memilih sekolah bareng ibunya ketimbang di sekolah.
Bersama suami ternyata mereka hobi sekali utak atik aneka rasa kopi, hobi yang unik dan menjajikan bila ditekuni nantinya.
Baik mentor maupun mentee yang kupunya ternyata sama sama hobi crafting, akupun demikian hihii walaupin ketertarikan kita berbeda beda.
Sebagai mentor, menurut panduan ibu adalah bertanya sebanyak banyaknya agar si mentee ini menemukan apa yang sebenarnya ia cari dan ingin ditemukan, agar selalu bahagia.
Kenapa harus berani jadi mentor dan kenapa harus menerima diri untuk menjadi mentee ??
Ada apa dengan kelas kupu kupu di bunda cekatan selanjutnya ?
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelaskupu-kupu
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar