Day 12
Pendidikan Seksual
Caption Konten hari ini adalah
Bonding kuat, anak tak tersesat
Usia menjelang baligh ialah usia-usia rawan pada anak, dimana pada usia tersebut anak akan mengalami puncak dari masa pubertasnya. Seorang anak yang berada dalam masa pubertas, secara alamiah sedang memiliki ketertarikan pada orang lain.
Peran orang tua saat anak menjelang usia baligh ialah memahami bahwa ketertarikan kepada lawan jenis ialah fitrah, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana ketertarikan tersebut akhirnya dapat dikendalikan dan tidak melanggar norma, dan agama.
Maka dari itu, jika di fase akhir kanak-kanak mereka didekatkan dengan orang tua yang sama jenis kelaminnya agar mereka faham dengan fitrah seksualitas biologis dan psikologis nya.
Pada fase menuju baligh anak didekatkan dengan orang tua yang berkebalikan dengan jenis kelaminnya, agar anak laki-laki dapat memahami sosok perempuan dari orang terdekatnya, yaitu ibunya, pun sebaliknya.
Fase ini pun, ialah fase yang penting, dari sini anak akan memahami bagaimana menghargai dirinya sendiri serta bagaimana memperlakukan lawan jenisnya dengan baik saat ia sudah memiliki pasangan kelak (menikah).
Ketik #AnakBerhakAman di kolom komentar untuk mendapatkan printable pendidikan seksual untuk anak. Gratis!
---
Created by Kel. 4 - Perlindungan Anak dari Penyimpangan dan Kejahatan Seksual
Bunda Sayang #9
Referensi:
Santosa, Harry, 2017, Fitrah Based Education, Bekasi: Yayasan Cahaya Mutiara Timur
#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#PendidikanSeksualitas
#SinergiWujudkanAksi
#IbuProfesional
#IP4ID2024
#AnakBerhakAman
#SelamatkanAnakIndonesia
#StopKejahatanSeksual
Hari ini adalah jadwal aku kontrol ke RS, keempatanak karena tidak ada yang menjaga dirumah, dan padatnya juga jadwal antar jemput mereka maka diputuskan, mereka semua ikutan ke RS menanti di bagian Cafetaria RS.
Lalu apa hubungannya dengan memperkuat Bonding, ya ditempat umum seperti ini seringkali kutinggal mereka bersama dan mengawasinya dari kejauhan untuk menyimak apakah mereka saling menjaga atau malah saling mencela... Hehe...
Tentu saling mencela di awalnya, sikaka yang bertindak sebagai pemimpin harus dilatih dan terbiasa mengambil keputusan, lalu Aa yang mengawasi tingkah polah kedua adiknya yang mungkin saja berlari menjauh dari pandangan mata kaka dan Aa...
Mereka berlatih untuk saling percaya satu sa lain termasuk saling melindungi.
Maka sebisa mungkin diajarkan untuk saling jujur dan tidak berbohong agar timbul rasa percaya saty sama lain, keliatannya mudah tapi ternyata sangat amat sulit diusia mereka.
Kaka dan Aa harus paham perbedaan gender mereka, dan terlatih untuk selalu awas terhadap perilaku orang lain disekitarnya. ..