Sabtu, 22 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Ikut Papap belanja

Hari sabtu pagi si kaka seperti biasa ada kegiatan ekskul tahsin dan tahfiz mulai dari jam 8 sampai 10 pagi.

Dan karena papanya juga ada rencana belanja keperluan kantor ke mangga dua, maka papanya berinisiatif ajak si kaka ikut.

Untuk urusan travelling, si kaka sudah sangat biasa, maklum sejak usia 8 bulan si kaka sudah sering ikut mamanya kemana mana, mulai dari naik kereta bus dan angkutan lainnya.

Tapi belum pernah sekalipun pergi jauh dari mamanya, dan kali ini mereka pergi hanya berduaan saja.

Khawatir, sudah pasti. Namun sesekali perlu juga supaya bounding papa dan si kaka semakin menguat hehe.

Tapi sederet wejangan, tentu perlu supaya suasana tetap kondusif dan si kaka gak tiba tiba tantrum.

Maka baik si kaka ataupun papanya perlu di briefing. "Pap, nanti si kaka dibekelin cemilan yaa, mampir aja ke minimarket trus bliin roti dan susu kotak, biar perutnya gak kosong.." "oke, nih udah aku beliin" (jawab si papa sambil mengirim foto selfi mereka lagi menikmati cemilan)

"Kak, nanti gak boleh rewel loh, trus harus makan yang banyak biar kaka kuat jalan jalannya..."

"Iya mah..."

"Janji ya makan siangnya dihabisin...gak pake ribut minta pulang loh, janji yaa!"

"Iya mah.."

"Fii amanilah ya kesayangan.."

Semoga mereka paham benar apa yang mamanya maksud. Dan perjalanan kali ini menyenangkan, selang baeberapa jam kemudian papanya kembali mengirimkan foto si kaka yang sedang asyik bersama bukunya. Alhamdulillah.



#hari17
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

Jumat, 21 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Segera membersihkan diri

Membayangkan apa yang dilewati si kaka hari ini pasti amat melelahkan.

Betapa ia sudah bersiap sejak jam 6 pagi, dan baru selesai beraktifitas di jam 5 sore ini.

Dan anak ini tipe yang meluapkan segala emosi hanya kalau ada mamanya, Alhamdulillah.

Dia bisa cerita sampe nangis cuma kalau sama mamanya, tentang apapun.

Karenanya mamanya harus menyiapkan fisik dan emosi yang baik saat menghadapi si kaka yang kelelahan.

Harus ekstra hati hati bicara apapun dalam keadaan seperti ini. "Cantik, capek yaa? Senang gak kemah hari ini?" (Yang ditanya hanya mengangguk lesu, tandanya sudah gak boleh ada pertanyaan selanjutnya).

Segera kuikat dia menggunakan sabuk bonceng khusus di bagian belakang, dan adiknya di depan, dan benar 10 menit kemudian si kaka sudah lelap tertidur sambil memelukku.

Letih sangat sepertinya sudah tak tertahankan, pun demikian sesampainya dirumah kaka tetap perlu membersihkan diri.

Maka membangunkannya pun harus pelan sambil diusap kepala, lalu memciuminya, sambil berbisik "sayang mandi dulu yuk, air hangat dah siap tuu..., nanti mam trus boleh bobo lagi habis magrib, kan habis ashar gak bole bobo loh...".

Sambil merengek namun menurut dituntun ke kamar mandi, aku usahakan dia mau mandi sendiri tanpa dibantu, dan untuk menjaga privasinya hanya diawasi dari jauh.

Maka yang harus dijaga terus adalah mood si kaka jangan sampai berubah jadi "drama" tangisan.

Beneran harus ekstra sabar, dan ekstra istighfar supaya setan gak menggoda buat bentak si kaka.

Dan godaan itu muncul saat si kaka tidak segera menyelesaikan acara mandinya, berlama lama entah apa yang dikerjakan... "cantik sudah belum? Keramas sabunan sama sikat giginya jangan lupa..." "IYAAAA..." "loh anak sholehah kok ketus gitu jawabnya ?"
"Iya mah maaf, kaka ngantuk..."
"Yaudah sini, handukan trus pakai baju tuh susu hangatnya diminum dulu biar tenang.."

Alhamdulillah sekali lagi berhasil "mengendalikan" emosi diri dan emosi si kaka...

Semoga mood -nya baik baik saja setelah ini san bisa segera beristirahat.

#hari16
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

Minggu, 16 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Evaluasi cara merapikan mainan dan perlengkapan sekolah

Setelah berhasil menerapkan cara komunikasi produktif, mamanya ketagihan...

Jadi setiap kali ngobrol bareng si kaka usahakan kita berdua dalam keadaan fun dan sudah kenyang jadi bisa meminimalisir emosi masing masing.

Besok adalah kali pertama si kaka ikutan persari (pekemahan satu hari) di sekolah. Karna baru kelas 1 SD, jadi tidak menginap.

Walau begitu banyak sekali barang yang harus dibawa, mulai dari perlatan makan, cemilan, baju ganti, sampai perlgkapan sholat.

Nah kali ini mamanya mau, si kaka bisa menyiapkan smua sendiri, supaya dia tau benar apa diletakkan dimana, jadi nanti dia gak kesulitan mencari.

Pertama semua pelengkapan detil seragam pramuka, aku minta diletakkan di sofa, jadi besok tinggal pakai dan tidak mencari kesana kemari.

Mulai dari atasan, bawahan, jilbab, topi, kacu, ring kacu, kaos kaki hitam dan sepatu, wah jangan tanya prosesnya, baru urusan seragam aja udah bikin si kaka cemberut karena kelelahan mencari.

Selanjutnya mencari satu set pakaian olahraga untuk pakaian ganti, kabarnya mau basah basahan naik rakit, maka kuminta si kaka menyiapkan pakaian dalam cadangan lalu melipat semua dengan rapi masuk ke dalam tas. Tak lupa kuminta kaka menyiapkan mukena khusus travel bebahan parasut agar lebih hemat tempat.

Setelah pakaian beres, tampak si kaka mulai bete dan bosan, maka untuk menenangkannya langsung kupangku sambil memeluknya, "kaka cape yaa.. ini udah tinggal siapin bekal aja sama terpal kok.., yuk semangat !"

Melihat dia sudah kembali senyum barulah kulanjutkan mengambil tas khusus untuk tempat snack dan si kaka sendiri yang memasukkannya.

Alhamdulillah selesai sudah persiapan si kaka untuk persari besok, owh ya tak lupa aki minta maaf karena tidak bisa mendampingi full sharian, dan berkunjung hanya di jam makan siang dan satu jam sebelum acara selesai.

Setelah diberi pengertian, akhirnya si kaka setuju, dan berjanji tetap semangat walau mamanya gak ada disana.

Semoga besok si kaka tetep have fun, bareng teman dan kaka pembinanya, hitung hitung latihan mandiri...

#hari15
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Evaluasi tetap tenang saat menemani mama kontrol

Rabu malam, kali kedua di bulan ini kaka dan papap menemani aku kontrol ke Sp. Paru.

Mengingat pada kunjungan yang lalu si kaka tidak bisa tenang maka perlu kiranya si kaka di briefing ulang.

Kerna tempatku ini adalah rumah sakit besar, dan area kontrol sangat rentan kuman, maka si kaka perlu mengendalikan diri, sementara papapnya momong adiknya.

"Kak, mama mau ke dokter lagi nih, kaka mau bekel apah nanti biar mama bawain..."

"Emang kenapa gak jajan aja sih ma?"

"Yah repot, kan kaka gak berani jajan sendiri..."

"Yaudah mi goreng aja deh biar kenyang"

"Oke, tapi nanti belajar sabar yaah cantik, bisa? Gak bole rewel kan papap jagain adek... kaka ngerti?"

"Iya tapi aku bawain minum sendiri juga loh, jangan beduaan sama adek ntar keabisan..."

"Sip ntar bawa satu buat kaka satu buat adik"

Dan malam ini kami kembali "piknik" ke RS nemenin mamanya..
InsyaAllah si kaka paham betul apa mau mamanya kali ini dan bersabar untuk menunggu.

#hari13
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Evaluasi cara bermain bersama adik

Meneruskan materi komunikasi produktif yang lalu, kali ini mamanya mau nge- tes si kakak apa sudah berhasil sepenuhnya.

Biasa, kaka adik ini pasti bangun saat subuh, dan ternyata si adek laper minta dibuatin bubur....

Sementara si kaka harus cek kelengkapan seragam dan tasnya sekali lagi, semua harus dilakukan sendiri tanpa bantuan.

Habis itu seperti biasa kedua main bareng, kali ini mamanya cukup bilang..

"Kak inget cara bermain bareng adek kan ?, gak boleh merebut mainan yang adik pegang, dan kalau ada barang kakak yang kaka rasa gak boleh dimainkan sama adik segera simpan yang baik yaa... ngerti ?"

"Iya maa..."

"Kaka ajarin adek supanya mau berbagi, ajakin main bareng atau kalau ada mainan yang kaka mau main, gantian yaa dan pelan pelan ambilnya..., oke sayang..."

(Anaknya cuma senyum)

Alhamdulillah dalam penerapannya sudah tidak terlalu banyak kendala, asalkan mamanya dalam keadaan santai tanpa emosi, anaknya tidak dalam keadaan mengantuk atau lapar insyaAllah maksud dari perkataan mamanya bisa dimengerti dengan baik.

"Anak sholeh, sholehah main bareng jangan ribut yaa..., mama buat sarapan sama bekal dulu...oke.."

"Oke maa.."

"Sinih peluk dulu ah anak kesayangan mama, yang buat sekolah dah beres kan?"

#hari13
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Evaluasi cara belajar

Pada pembahasan hari ke dua, si kaka belajar bagaimana caranya belajar, supaya tetep asyik dan gak terasa seperti dipaksa.

Nah, hari kita evaluasi apakah si kaka sudah paham bagaimana caranya belajar.

Karena ulangan harian si kaka dicicil dalam waktu sebulan tidak tiap hari ulangan, dan satu hari hanya satu mata pelajaran yang tes, walau di hari itu ada 4 sampai 5 mata pelajaran.

Terlebih dahulu, kontrol emosi diri sendiri jangan sampai menghardik, membandingkan atau memarahinya.

Mulai dengan panggilan lembut, yang sangat dia suka.

"Kaka cantik, anak sholehah udah nyusun buku belum?"

"Belom mah"

"Yaudah yuk susun bukunya, trus coba dipelajari yaa kalau ada yang gak paham cepetan kasih tau mama yaa kita obrolin bareng, oke !"

"Oke mah.. "

"Kaka besokmo ujian fiqih lo...kaka dah tau belum, nti coba dibaca sendiri yaa buku fiqihnya..."

Alhamdulillah untuk kali ini tanpa tantrum karena memang posisinya si kaka sudah tidur siang, sudah kenyang makan malam, sehingga dia bisa lempeng ajah diminta belajar, tanpa perlawanan berarti.

Dalam hati girang luar biasa, gak henti hentinya bersyukur alhamdulillah...

#hari12
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Mengenal Bunga dan Berkebun Bersama

Weekend kali ini seperti biasa si kaka minta berenang di kolam rumah, dan dia pun bersedia menjaga adiknya.

Alhamdulillah pelajaran minggu kemarin berhasil dia mau menjaga adiknya saat berenang bersama.

Sementara mamanya kali ini sibuk hunting bunga hias baru yaitu bunga lilin aster dan sabrina.

Tanaman paling gampang dirawat tahan matahari dan berbunga tanpa musim.

"Kak habis renang ikutan mama pindahin bunga ke pot yuk.."

"Ayok mah, tapi aku boleh ikutan pegang tanahnya gak ?"

"Boleh dong, tapi sebelumnya kata papa butuh tambahan pupuk dan media tanam baru, yuk kita ke toko bunga bareng, kaka mau ikut ?"

"Apaan sih itu mah, yaudah aku ikut "
__________***_________

Sesampainya dirumah si kaka perlu di briefing dulu nih supaya gak asal cabut, atau asal main tanah aja...

"Kak, kaka boleh bantu mama sama papap, tapi kaka harus janji yaa langsung bersih bersih setelah kaka ngerasa capek atau mau udahan (si kaka bosenan soalnya), kaka ngerti gak nih ?"

"Iya deh..."

"Mama maunya kaka liatin bener, gimana cara pindain tanaman ke pot yang baru, trus pake tanahnya berapa banyak, dan disiramnya seberapa banyak, supaya nanti pagi/sore setelah kaka pulang sekolah kaka bisa rawat bunga kesayangan kita ini, kaka mau ?"

"Mau mah, aku pilih yang ini yaa(sambil nunjuk satu satunya aster warna putih)."

"Oke, deh janji dirawat dengan baik yaa.."

"Nah gini tanahnya satu sekop,campur sama pupuk satu sekop trus masukin tanamannya terakhir bagian atasnya kita kasih ini, namanya sekam ini kak, kaka ngerti sayang ?"

"Gak mah(sambil ngakak)"

"Yaudah lah liatin aja yaa(sambil ikutan ngakak.."

Yang penting anaknya belajar wawasan baru, gak gampang ngambek dan mau bener bener bersihin diri saat sudah selesai.

Smoga kali ini pun obrolan kita berhasil tinggal liat ajah gimana mimik muka si kaka terlihat terpaksa atau malah happy.

Dan alhamdulillah karna bareng sama mama papapnya, si kaka happy...

#hari11
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

Sabtu, 15 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Belajar Bareng Papap

Alhamdulillah aku dan suami saling mengisi saling melengkapi

Aku suka hafalan sementara doi suka logika penalaran, dan mohon maaf sama kaka emaknya inih gak suka matematika.

Apalagi sekarang matematika jadi Math, yang berarti selain harus paham logika matematikanya pun dia harus paham itu dengan bahasa inggris. Hikss, kibarin bendera putih....

Berdasar hasil tes, kaka ini sebenarnya dominan otak kanan, tapi hasil tes matematikanya  sejauh ini selalu 100 alias sempurna.

Makanya miss-nya merekomendasikan kaka untuk ikut penyisihan kompetisi matematika nalaria. Yang akan diadakan disekolah pekan depan.

Nah, karena sadar bukan bidangku maka kali ini tugas mendampingi kaka belajar rencananya akan di delegasikan ke papapnya.

Dan persoalan selanjutnya adalah, kaka g mau dan gak pernah cocok belajar sama papapnya, trus persoalan kedua adalah walaupun si papap ini menyandang statud sebagai guru, tapi khusus ngajarin anaknya pastilah agak kurang sabar.

Jadi kali ini selain harus kasih pengertian ke si kaka, harus ekstra sabar juga kasih pengertian ke papapnya...

"Pap, kan kmu tau aku paling gak suka belajar matematika, itu kata kaka dia mau ikutan penyaringan kompetisi matematika loh, kmu bisa tolong ajarin kan?"

"Kapan ?"

"Ya se mood anaknya aja kapan, tesnya senin besok, kan sekarang baru sabtu..."

"Yaudah ntar aku coba"

"Bener ya pap, tapi jangan dimarahin mulu ntar dia bete, trus gak mau lagi belajar sama kmu, deh..."

"Iya"

Ngomong sama papapnya mah singkat jelas padat, maklum kan doi otak kiri banget nah aku otak kanan banget kayak langit dan bumi satu main khayalan satu main logika, alhamdulillah ajah paket komplit..

Nah sama si kaka tetep kudu alus sedapat mungkin jangan emosi, supaya beneran berhasil ngobrolinnya.

"Kak, kata Miss kaka nih termasuk yang terpilih ikutan penyisihan lomba matematik loh... kaka seneng gak?"

"Apaan sih itu mah"

"Jadi giniloh sayang, kata Miss kaka ini pinter matematika mo cobain lomba gak?"

"Lombanya gimana, susah gak, trus klo aku gak menang gimana?"

"Senin besok kak, bareng temen temen yang lain, cuma kayak belajar biasa ajah nanti dinilai sama Miss, kan kemaren kakak bisa dapet 100 terus tuh ya cuma ngisi jawaban yang bener ajah, kaka mau?"

"Trus klo aku gak dapet 100 gimana mah?"

"Ya gak masalah, namanya juga lomba kan yang penting kaka dah mau ikutan, trus udah mau belajar, masalah nilainya mah urusan nanti gak usah dipikirin, yang penting mama maunya kaka senang ngerjainnya klo kaka mau mama daftarin, tapi kalau enggak ya gak apa terserah kaka aja maunya gimana"

"Oh yaudah aku mau, tapi banyak yang ikut gak mah ?"

"Lah, mama gak tau kan mama gak hafal temen kaka siapa aja..."

"Yaudah deh"

"Nah tapi kaka harus mau belajar ya sekarang, trus belajarnya sama papap, mama gak suka matematika yang pinter matematika itu papap, mau gak klo diajarinnya sama papap ?"

"Yah tu kan, kenapa gak sama mama aja deh, pelajaran aku kan gampang mah, mama pasti bisa, sama mama aja dong !"

"Tu kaka gitu deh, kan mama dah bilang papap itu lebih pinter klo pelajaran matematika, kaka emang gak mau ikutan pinter juga kayak papap ?"

"Mau sih, tapi enakan sama mama"

"Loh kalau sama papap, kaka bisa diajarin cara yang paling asik belajar matematika, jadi kaka bisa seneng terus belajarnya gak ada yang susah, kaka mau ? "

"Yaudah deh, aku mau sama papap"

"Nah gitu dong anak sholehah mama, sinih peluk dulu"

Alhamdulillah, akhirnya dia mau. Jadi mengurangi beban, mamanya tinggal bantu motivasi sekuat tenaga seperti nyiapin bekal yang dia suka sebagai moodbooster. Hasil mah belakangan yang penting si kaka berani mencoba itu dah alhamdulillah banget ya Rob.

#hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

Kamis, 13 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Berani Di Tinggal Sendiri

Menjadi anak sulung di usianya yang baru 6,5th membuat si kaka terbiasa untuk mandiri. Apalagi dia tau benar mamanya nanti akan punya adik baru pastilah berharap untuk selalu ditemani di semua kegiatan tidaklah mungkin.

Nah kadang di kegiatan tertentu di sekolah, adakalanya orangtua murid ikut serta memberikan dukungan, dan lagi lagi kaka sedih kerna mamanya gak hadir.

Pernah sekali waktu sampai menangis, pas ditanya sama Miss-nya katanya "abis mamaku gak ada.." hiks sedih bener dengernya.

Mulai dari saat itu, setiap ada kegiatan sekolah yang menghadirkan orang tua murid aku selalu usahakan untuk hadir, sekedar memberi semangat ke si kaka.

Selain itu ada eskul Taekwondo dan les renang yang diikuti si kaka. Dengan usia kandungan sudah 18W dan harus terkadang gendong adiknya yang usia 21M. Agak lelah dan repot mengingat akupun mengidap Astma.

Maka sepertinya hal ini perlu banget dibicarakan sama si kaka supaya dia gak merasa sendirian, merasa tidak diperhatikan, dan tetap semangat menjalani berbagai kegiatannya.

Sebelum berangkat sekolah sambil ngabisin sarapannya...

(Si kaka ini seneng banget disayang sayang, jadi kalo ngomong sama kaka pastiin gak lagi melakukan kegiatan lain tapi fokus ke matanya dan jangan lupa senyum, dan biasakan memuji secara lebay cara ini Alhamdulillah ampuh hihii..)

"Kaka cantik, hari ini sekolahnya lama loh, nanti semua bekalnya dihabisin yaa..."

(Anaknya muka lempeng cuma ngangguk)

"Trus mama minta maaf dulu yaa, kayaknya hari ini mama g bisa nemenin kaka Taekwondo, kaka gak apa kan sendiri ?"

(Wah mulai cemberut , dan hampir menangis... ya Allah kok gini banget yaa agak susah deh klo gini, langsung pelukin si kaka)

"Oke buat hari ini mama jemput aja deh pas setengah 6 yaa, tapi mama gak nungguin, boleh?"

(Masih merengut jugs itu muka...hiks)

" neng, coba liat mama kaka sayang gak sama mama, sama adek di perut ?"

(Masih diam cuma ngangguk pelan)

"Klo mama nungguin kaka nanti adek bosen gak bisa cuma diam di stroller pasti minta jalan jalan, nah mama bisa kecapean tuh kejar kejar adek, nah klo mama kecapean nanti mama bisa sakit lagi, kalo mama sakit kan kasian sama semuanya sama kaka, sama adek sama adek yang diperut juga, iya gak ? Lagipula kan nanti kalau mama tungguin kaka gak bisa main sama temen temen kaka, loh"

"Iya, deh...tapi janji loh mama jemput aku, jangan kelamaan yaa..."

"Oke, siap...tetep semangat gak nih ? Bisa ganti baju taekwondo sendiri ? Sabuknya nanti minta tolong pasangin sama sabem-nya (pengajar taekwondo) aja ya. Bisa...? "

"Iya bisa kok, temen temen aku juga pada ganti baju sendiri, Miss-nya cuma ngawasin doang, tapi mama jemput loh..."

"Siip...cium dulu sinih, semangat ya di sekolah fokus jangan kebanyakan ngobrol, okeh...."

(Ngangguk dan udah mulai senang, Alhamdulillah sekali lagi trik mamanya berhasil...padahal sih ntar mo ngintip ajah dari jauh biar gimana emak mah tetep yg paling khawatir)

karena masih kelas satu SD ya pastilah orang tua lain masih ngekor anaknya kemana mana, akupun gak sekuat itu ninggalin dia sendirian, tapi anak ini ternyata lemah kalau ada emaknya ajah. Lah kok bisa ? Entahlah kalau laporan dari Miss- nya sih gitu kaka sangat mandiri ke toilet sudah gak dibantu, ganti baju bisa sendiri, dan gak pernah nangis di kelas seperti anak lain kebanyakan. Nah kerna itulah hatiku luluh sesekali memang dia perlu di support mamanya seperti anak lain. Penting supaya dia menganggap bukan karena kehadiran dua adiknya mamanya ninggalin dia, ini kan yang biasa menimbulkan rasa cemburu dan berujung dia jadi jahil sama adiknya.

Semoga apa yang aku upayakan hari ini udah benar, dan tidak menyinggung perasaan si kaka.

Fotonya pake yang minggu lalu, si kaka yang di belakang kerna yang depan kan yang sudah mahir, kmaren latihan split dan dia bisa loh hihii...

#hari9
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Standar Kebersihan Saat Mandi

Sepele sih soal mandi, tapi si kaka seringnya ketakutan sendirian di kamar mandi. Jadi dia selalu terburu buru saat mandi.

Menurut kaka mandi itu yang penting basah walau segayung dua gayung asal sudah kena air ya sudah. Selesai mandinya.

Belum lagi kalau tiba tiba dikamar mandi muncul cacing/kecoa bisa langsung ngibrit kabur tanpa menyelesaikan mandinya.

Nah yang ada mamanya emosi lagi, trus kumat deh suaranya naik sampai 8 oktaf menggelegar dan pastinya merusak mood si kaka pagi pagi.

Nah walau kejadian ini sudah berlarut larut, tapi butuh banget diselesaikan.

Jadi pas si kaka baru bangun banget sambil nenggak susunya sambil di briefing
"Kak, tau gak sih kenapa kaka harus mandi kalo pagi..?"

"Enggak..."

"Kaka mandi pagi supaya seger badannya, supaya bersih dari kuman, makanya klo mandi pastiin semua badannya kena air disabunin semua trus jangan lupa sikat gigi, oke...!"

"Tapi kan dingin mah, nti temenin dong masa alu sendirian.."

"Iya kan latihan berani sendiri, oke mama liatin aja yaa tapi semuanya jangan sampe lupa..."

"Oke...siap"

Nah, kalau udah begini kan sedikit lebih tenang pagi kita kali ini semoga. Emang deh yang paling bener itu emaknya duluan yang harus kontrol emosi, lah kan mau ngerubah anaknya, masa gak mau berubah duluan...

#hari8
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#institutiburofessional

Rabu, 12 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Merapikan Alat Tulis/Perlengkapan Sekolah

Sudah rahasia umum kalau rumah yang ada anak kecilnya apalagi dua, akan selalu berantakan.

Baik sih membiarkan anak mengeksplore apa saja yang dia mau, tapiii....pas itu barang gak sengaja keinjek kan lumayan kaget dan perih di kaki, blom kalau sampai patah, pasti juga perih di hati kerna harus beli yang baru pastinya.

Awalnya sih biarin ajah pensil penghapus berantakan entah kemana, toh kan emang sengaja beli banyak buat persediaan. Awalnya juga biarin ajah saat ada tugas mewarnai semua pinsil warna berserakan kemana mana, kerna mewarnainya bisa sampe berjam jam sampe bosen trus pernah juga sekali waktu sampe ketiduran dan itu pinsil masih berserakan.

Tapi kok ya lama lama ini mah mesti dibenerin, kerna udah gak kuat mamanya sering nginjek atau kesandung itu pinsil, bahaya kan bumil ampe jatoh. Belum lagi kalau tiba tiba pas besoknya ada pelajaran art itu kotak pinsil warna bisa tinggal kenangan alias hilang entah kemana. Yang ditanya pun dengan enteng bilang, "yaudah sih ma tinggal beli aja lagi...".  Lah santai bener, bukan masalah harganya, tapi tanggung jawabnya kan perlu dibenerin. Akhirnya sekarang mutusin buat peraturan gak akan ada lagi acara beli baru kalau yg lama masih bagus, walau dari dua belas warna tinggal 5 pcs, tetep usahakan pakai yang ada, itu ajah. Lama lama si kaka gak betah juga, kerna jumlah warna yang dia punya semakin sedikit.

Akhirnya pas mau ada ujian yang ada mewarnainya si kaka memohon buat dibelikan pinsil warna yang baru, trus mamanya gak mau dong asal beliin ajah pas dia minta, sengaja di kasih jeda waktu yang lumayan lama antara minta dan dibeliin. Dengan syarat tentunya "oke kaka, mamabeliin yang baru tapi kaka janji mau rawat dengan baik, jangan sampai hilang, dan gak mau liat lagi berserakan dilantai, gimana ?"
"Oke mah aku janji..." .

Nah tenang dong, sore ini juga berangkat ke toko buku terdekat demi si kaka yang udah mau janji, kalau berhasil dalam satu minggu itu pinsil warna gak hilang(biasanya malemnya beli, besoknya udah hilang atau ada yang tercecer), baru nanti dibelikan lagi warna yang lebih lengkap.

Selain pinsil warna masih ada penghapus, bahkan buku pelajaran dan buku tulis yang juga sering berserakan atau pindah tempat, dan pas dicari selalu gak ada dan setiap masalah kayak gini selalu diselesaikan dengan cara "beli aja lagi, ma... " gituh katanya.

Nah mulai sekarang kalau mau beli apa apa harus negosiasi dulu sama si kaka apa bisa janji mau dirawat dengan baik?. Kalau sudah oke baru lanjut, kalau sambil nangis atau merengek ya baiknnya ditunda dulu, begitupun mamanya kalau dalam keadaan emosi baiknya tahan diri supaya tidak menegur saat itu juga, tunggu sampai semua tenang baru lanjutin lagi percakapannya.

#hari7
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

Selasa, 11 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Liburan Dirumah

Hari ini selasa berasa minggu kerna libur...
Pagi hari si kaka dah ngerengek minta berenang, tapi kerna mamanya kudu kena sapaan matahari pagi yang masih anget, jadilah kita muter muter sebentar, mumpung paksu libur dan ada yang nyetirin.

Sampe rumah lagi agak siang sekitar setengah 10 matahari udah berasa panas pol di kepala, tapi si kaka tetep nagih mau berenang, papapnya si okeh tapi apalah daya mamanya gak sanggup euy kalo harus maraton siap siap lagi ke kolam renang, nah kerna gak tega liat anak gadis manyun jadilah korek korek isi gudang nyari dimana itu kolam renang plastik buat bayi, lumayan lah kalo ketemu setidaknya dia udah girang walau cuma cipak cipak air.

Ituh kolam gak seberapa gede tapi mompanya kan butuh perjuangan hehe. Jadilah timbul banyak wejangan sakti dari mulut emaknya supaya berbagai hal yang tidak menyenangkan gak terjadi seperti, lupa waktu, males makan, adeknya kelelep dan lain lain. Karena biar sekecil apapun yang namanya main air kan rada bahaya apalagi tanpa diawasin.

Jadi sambil menunggu itu kolam selesai di pompa sama papapnya, sambil panggil si kaka buat dengerin mamanya...

M : " kak, sini bentar deh mo bilangin..."
K  : (yang dipanggil dateng pake cemberut
        kerna daritadi dia udah siap di
        samping kolam eh malah dipanggil
        masuk)
M : " kak, nanti berenangnya jangan lebih
        dari satu jam yaa, mama maunya klo
        kaka udah kedinginan atau liat ade
        udah menggigil ya udahan yaa, gak
        pake susah lo dibilanginnya, mama
        gak mau loh kaka sampe sakit kan
        biasanya suka demam klo kelamaan
        di air.."
K  : "iya, janji..."
M : " eh pake janji segala lagi,beneran loh
        yaa gak pake marah nanti kalo
        disuruh udahan ?"
K : " iya ma iya gak percaya deh.."
M : "trus nanti abis berenang janji mau
        makan ya baru tidur ? Gak pake
        dimarahin dulu ?"
K : " iya mah aduh itu udah mau jadi nih
        kolamnya..."
M : "yaudah sekalian awasin adek yaa
        jangan berebutan, trus jangan dorong
        dorongan bahaya klo airnya sampe
        keminum loh, inget kaka harus jadi
        contoh yang baik buat adek loh.."
K  : " iya mah iya udah yaa aku mo nyebur
         dulu ntar aku liatin klo adek
         kedinginan alu panggil mama deh..."
M : " oke, liat jam yaa..."

Dan ternyata saking asiknya sampe 1,5 jam itu anak dua asik maenan aer,  dan bibir keduanya sampe agak pucat dan tangan keriput  ck...ck...ck, mamanya keasikan di dalem sampe lupa hihi... gak papa deh selama rules -nya dipenuhi asal mereka riang mamanya gak kecapean semua terserah aja.

#hari6
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

Minggu, 09 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Bersiap Sekolah

Tahun ajaran baru kemarin kaka resmi terdaftar sebagai salah satu siswi SDIT yang artinya sekolahnya hampir fullday yakni dari jam 7 pagi hingga berakhir jam 2 siang dan baru sampai rumah sekitar setengah 3 sore atau jam 3 sore.

Kalau untuk bangun pagi si kaka terbiasa bangun pada saat sholat shubuh, walau kadang lebih sering meleset tapi tetap diusahakan untuk dibiasakan bangun subuh(kerna si kaka belum masuk usia baligh ).

Nah permasalahan sehari hari sebelum berangkat sekolah yaitu selalu sama dia perlu waktu berjam jam hingga ankhirnya selalu berangkat pas pasan dengan waktu masuk sekolah.

Anak ini tipe yang super santai, gak bisa diburu buru bahkan nyaris ikutan gapatar(gerakan apa apa entar) hehe. Nah kalau sudah begini tinggal mamanya yang pake emosi, disuru sekali dicuekin, dua kali dijawab tapi belum juga beranjak, ketiga kali dengan suara agak keras barulah mau itupun gak jarang pakai pasang wajah cemberut atau tangisan tangisan rengekan.

Padahal kalau pagi hari dilewati dengan omelan, tangisan, atau wajah cemberut mamanya khawatir nantinya kebawa sampe ke sekolah, akhirnya sulit konsentrasi dengan berbagai pelajaran.

Dalam hal ini solusi yang direncanakan adalah, mulai malam hari sebelum tidur si kaka sudah harus di briefing tentang apa yang seharusnya dia lakukan.

Mulai ahad kemarin malam, ditempat tidurnya sambil diusap rambutnya(dia suka banget diusap sampe tangan mamanya dipeluk gak bole pergi sebelum dia tidur)
M: " kak, kaka sayang gak sama mama?"
K : " sayang lah..."
M: " nah klo kaka sayang sama mama,
        sekarang buruan baca doa trus bobo,
        biar besok pagi gampang
        dibanguninnya, trus badan kaka juga
        seger kerna cukup tidurnya. Mama
        gak mau ah tiap pagi marah marah
        gara gara klo bangin tidur kaka
        masih lemes, atau abis minum susu
        malah tidur tiduran lagi, mama
        maunya kaka tau kaka harus ngapain
        trus semangat ke sekolah, nanti
        kalau begitu terus mandi gak kelar
        kelar akhirnya kaka gak bisa habisin
        sarapan, nah kalau sarapan gak
        habis nanti di sekolah kaka lemes
        deh. Emang kaka mau begitu?
K : " enggak lah..., tapi aku tanya temen
        aku juga banyak yang gak sarapan,
        kok(mulai ngeles anaknya...)"
M: " ya jangan ikutin temen temen, kan
        lagipula kaka gak liat sendiri mereka
        makan atau enggak ya kan?, nah
        kaka harus tau dulu nih kenapa
        mama suru kaka sarapan dan siap
        siap cepet cepet berangkat sekolah
        biar gak terlambat...
        (Tetep sambil diusap rambutnya,
        walau pegel deh kelamaan hehe)
        mama minta kaka sarapan supaya
        nanti di sekolah kaka gak lemes, trus
        bisa fokus sama yang diajarin sama
        Miss, kan kaka kadang pagi suka
        tadarus atau sholat dhuha kan, nah
        itukan perlu tenaga supaya kaka
        kuat, iya gak nih ?"
K:    (anaknya mukanya lempeng ajah
        cuma ngangguk ngangguk, mungkin
        dah ngantuk di dongengin)
M: " kak, klo berangkat pagi tuh asik loh
        papa gak keburu buru anternya, trus
        masih bisa kena udara pagi yang
        seger gak kena macet bau knalpot,
        mah pas sampe sekolah pun bel
        blom bunyi, jadi kaka bisa santai dulu
        main sama teman, enak banget kan
        tuh..."
K:   (udah mulai keliatan girang sambil
       mengangguk) "iya deh ma..."
M: " nah gitu dong anak sholehah yang
        cantik, janji yaa besok pagi gak pake
        lemes lemes lagi?(gak lupa sambil
        dipeluk dan cium)"
K : " oke...siappp !"

________***__________
Senin pagi

Si kaka berhasil dibangunin subuh sambil senyum gak pake ngambek, sambil ngabisin segelas energen matanya ngelirik ke jadwal mata pelajaran hari ini, iya, memang ini rutin kuminta supaya anak ini belajar bertanggung jawab jadi walau malamnya sudah nyusun buku paginya tetap di cek ulang apa ada yg tertinggal atau pinsilnya belum diraut.

Setelah itu bersiap mandi sendiri tanpa air hangat, lalu dia segera memakai pakaian seragam hari ini merah putih semua dilakukan sendiri paling mamanya hanya bantu ngepasin pasang sabuk ajah. (Alhamdulillah ,mamanya masih senyum kerna gak pake teriak kali ini)

selesai pakai seragam dari ujung jilbab sampe ke kaos kaki dan semua sesuai, barulah dia duduk sambil sarapan, nah ini sih masih disuapin tapi gak papa lah ya demi pagi yang menyenangkan ke sekolah semua kita lakukan bertahap lalu meningkat ke arah yang lebih baik, liat aja besok kita evaluasi bareng sama si kaka.

Nah gak sabar nunggu dia pulang sekolah buat cerita gimana melalui paginya hari ini...

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

Sabtu, 08 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Berbagi Makanan

Setelah kemarin berbagi mainan dan belajar untuk tidak rebutan, hari ini kita mo coba untuk si kaka mau berbagi makanan miliknya. Baik kepada adiknya maupun kepada Mama Papa atau saudara yang lainnya.

Hal yang agak unik adalah si kaka selalu mau berbagi kepada teman temannya baik itu di sekolah maupun di TPA, dan kaka juga mau berbagi dengan gurunya di sekolah, tapi dengan keluarga dekat seperti adiknya sendiri dia agak susah untuk berbagi.

Nah kebetulan si adik pun memiliki kebiasaan unik apapun makanan yang dipegang si kaka baik itu minuman atau lainnya pasti diminta, dan kalau si kaka sengaja kabur mengindar si adik akan tantrum cari perhatian bahkan tidak jarang membanting tubuhnya sendiri ke lantai. Sungguh kebiasaan buruk keduanya yang berbahaya bila dibiarkan berlarut larut.

Berusaha seringkali memahami kenapa mereka bersikap seperti itu. Yang lebih bahaya menurutku adalah ketika kejadian ini dilihat oleh orang lain misal tetangga, om tante atau neneknya, pastilah yg kecil yang dibela dan yang besar dicela. Padahal sepengamatanku yang kecil luar biasa pandai, nah yang besar juga jahil hihii...

Seperti sudah diceritakan sebelumnya, kaka adik inih keduanya sangat temperamental, kerna si kaka yang sudah sekolah dan lebih bisa mengerti diajak bicara maka si kaka lah yang perlu diberi pengertian.

Tentu harus dengan cara sehalus mungkin tanpa melukai harga dirinya sebagai seorang kaka, tanpa membandingkan dengan orang lain, tanpa membentak, tanpa kata celaan...wah kebayang yaa mamanya harus banget belajar seni berkomunikasi yang baik.

Untuk makanan metode yang direncanakan adalah :

Satu orang satu

Satu untuk berdua

Atau tidak sama sekali

Memang tidak langsung sekali tepuk bim salabim berhasil, tapi paling tidak si kaka tau harus apa dan bagaimana, ya kalau lupa diingetin lagi, dijelasin lagi, diulang lagi, begitu seterusnya.

Untuk masalah makanan ini, kata kata sakti mamanya adalah :

" kaka, anak sholehah mah pasti baik sama ade ! tuh ade kepingin, coba sedikit dikasih kaka lah yang suapin..."

Kalau berhasil segera dipeluk dan cium. Kalau masih menolak tetep dihampiri sambil dipeluk sambil bilang " loh katanya kaka mo jadi anak sholehah, anak sholehah itu penyayang loh apalagi sama adik !" Biasanya dia akan segera luluh dan mau berbagi...

Nah semoga kali ini pun usaha mamanya berhasil, besok besok kita evaluasi lagi berhasil atau tidaknya...


#Harike4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Kamis, 06 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Cara belajar yang baik dan benar

Sepertinya jarang ada ibu yang berhasil berkomunikasi dengan baik saat mendampingi anak belajar, atau tepatnya hanya aku yang begitu hehe.

Harus diingatkan berulang ulang untuk menyusun buku esok hari, cek alat tulis dan kelengkapan seragam, urusan sepele yang kadang bikin emaknya naikin level suara delapan oktaf.

Karena aku dan si kaka sama sama anak perempuan pertama maka kurang lebih sifat kami sama fokus ke sifat baik si kaka dulu yang mandiri, supel dan berjiwa pemimpin. Kerna dengan tahu kelebihannya sang emak bisa mudah menasehati tanpa menyakiti...

Beneran ini anak perasaannya halus, gak boleh salah ngomong dikit dan percuma juga fokus ke kekurangan si kaka yang egois, pemarah dan gak suka diatur ibarat kita dipaksa menulis dengan tangan kiri padahal bukan kidal, pasti sulit dan gak bakalan bisa yaa kan, hehe.

Perlu ilmu seni berbicara tingkat tinggi untuk "merayu" si kaka, jangan tanya berapa kali emaknya gak bisa nahan sabar dan akhirnya kelepasan, tapi insyaAllah demi si kaka aku mau banget berusaha.

Kebetulan lagi musim ujian harian, dan sebagai emak yang baik pastilah cerewet soal belajar ya kan..

M : "kak, mama dapet info dari Ms. Suci
        besok kaka ada ujian tematik loh.."
K  : "iya, aku dah tau kok"
M : "nah udah susun buku buat besok
        blum? "
K  : "owh iya belom, ntar aja deh bentar
        lagi (anaknya lagi main hp)"
M : "kak, coba liat jam dah jam setengah
        7 loh, mau 5 menit atau 10 menit lagi
        ?"
K  : "mama kenapa sih, ntar juga aku
        susun..."
M : "kak ...kakak...kak
K  : " iya iya(berjalan terpaksa masuk
         kamar sambil cemberut trus acak
         acak bukunya ada tuh fotonya di
         bawah sayang dari belakang, lagi
         ngambek soalnya hihi)"
M :(pelan pelan ikut masuk ke kamar
      sambil mantau) "kak, mama sih dah
      tau loh klo kakak tuh pinter, tapi kan
      Ms. Blom tau...makanya kaka harus
      kasih tau kalo kaka ituh sebenernya
      pinter banget..."
K : (mulai tertarik kerna dibilang pinter)  
      "masa sih mah caranya gimana?"
M : "itu dah selesai semua pelajaran
        besok? Jangan lupa lipet baju
        taekwondo-nya klo mau eskul di
        sekolah yaa !"
K  : "iya udah beres semua mah"
M : "coba ambil buku tematiknya kita liat
        liat yuk, mama pengen denger kaka
        baca deh udah lama loh gak denger
        suara kaka baca (si kaka baru kelas
        1 sd) yang tema 3 sama 4 yaa kak
         katanya Ms. Suci besok mo
         ngobrolin soal itu loh 
        (menyederhanakan bahasa ulangan
        harian jadi ngobrol)jadi nanti pas Ms.
        nanya nanya kaka dah bisa ikutan
        ngobrol lancar deh...
K : "oke mah !"(hasilnya di foto kedua,
       tanpa dipaksa berlebihan, tanpa
       ngambek kerna dah dipuji duluan dan
       baik si kaka ataupun emaknya gak
       pake cemberut...)

Alhamdullillah lancar, dan iyah anak ini suka disayang, suka dipeluk, apalagi dipuji sampe agak lebay pasti dia luluh, uang harus dijaga adalah emosi jiwa emaknya yang kadang gak bisa dengan baik terkontrol apalagi kalau sedang lelah atau lapar. Dan solusinya adalah jangan sekali kali memerintah/minta tolong kalau memang emosi lagi gak stabil istilahnya anaknya lagi tantrum emaknya gak kalah ikutan tantrum juga.

Demikian cerita hari ini semoga menginspirasi, dan semoga senin besok juga gak pake emosi sama si kaka.

#harike2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional

Rabu, 05 September 2018

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Berlatih tidak rebutan mainan

MasyaAllah tabarokallah punya satu putri dan satu putra, lengkap sudah kebahagiaan kami sebagai orang tuanya.

Apalagi keduanya tampak saling menyayangi satu sama lain, tampak saling merindu jika salah satu tidak ada atau bahkan sekedar pisah ruangan.

Pun demikian kaka prita (6,5y) dan faiz(20m) kadang masih belum bisa menahan ego masing masing apalagi sampai saat ini si adik belum juga bisa bicara sehingga kadang maksud dan keinginannya belum bisa dimengerti oleh kaka dengan jelas.

Meski begitu pernah sekali waktu adiknya gak sabaran menghadapi sikap jahil si kaka lalu membalas dengan menarik rambut dan mengigit dengan gemas, agak shock juga sih waktu itu liatnya waktu si adik ekspresif seperti itu.

Si kaka pun gak kalah, terkadang entah karena gemas dengan adiknya atau dia lelah, adiknya sampai diteriaki. Nah kalau si kaka sih tidak sampai melukai fisik, namun sikap jahil yang sengaja merebut barang yg sedang dimainkan adiknya atau melarang dengan cara meneriaki seperti ini juga kalau berlarut larut jadi memupuk rasa saling menyakiti. Kalau sudah begini kadang mereka kompakan nangis bareng. Si kaka menyesal melukai adiknya dan si adik cari perhatian mamanya.

Kalau sudah begini sampai mamanya emosi malah bisa balas membentak, secara naluri saat si adik menangis pastilah dia yang dipeluk dan meninggalkan si kaka, padahal belum yentu juga si kaka yang salah, kerna lebih sering si adik yang mengacak acak barang milik kakaknya lalu si kaka tidak terima dan merebut paksa sampai si adik menangis.

Tentu hal ini perlu dirubah, perlu si kaka diberikan pengertian, tentu saja tidak dalam keadaan mamanya emosi, tapi dipanggil dengan sayang sambil memeluk, kalau sudah dipuji dan disayang begini biasanya si kaka akan diam mendengarkan. 

M : "Sayang, sini ! Kaka sayang gak sama adik        ?" "Sayang.." "adek lan masih kecil, dia                belum tau mana yang boleh mana yang              gak boleh, makanya kaka yang ajarin dia            pelan pelan, pake sayang bukan dengan            cara direbut kayak gitu.. Kaka bisa ?"

K  : " bisa kok"

M : "mama bilang apah ? Adek itu cowo loh               nanti lama lama tenaganya lebih besar               dari kaka kalau kaka ajarinnya begini                 nanti adek jadi galak sama kaka. Kan                 adek nyontoh apa yang kaka lakuin                     loh...kaka ngerti ?"

K  :  (mengangguk)

M : "coba sini dengerin mama sekarang adek           masih kecil jadi kakak yang jagain adek,             tunjukin klo kaka sayang...nanti klo adek           udah besar insyaAllah gantian adek yang           jagain kaka kan adek cowo.. Jadi, gak                 boleh kasar lagi ya sayang ! Nanti mama           sedih liat kalian begitu, kaka kan harus               jadi contoh yang baik..."

Udah sering juga kata kata ini diucap, walau kadang si kaka lupa lagi lupa lagi, tapi demi mereka akur terus sampai besar, mamanya akan tetap nasehatin dengan sayang.

Seperti contoh foto dibawah ini yg bikin mamanya terharu baru sampe rumah ai adik langsung naik ke perosotan, dan si kaka dengan sigap nungguin dibawah khawatir kalau kalau adiknya jatuh, gak ada rebutan gak ada bentakan alhamdulillah.


#Harike3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Belajar Sabar

Menjalani kehamilan anak ketiga(16W), dan secara tiba tiba divonis mengidap astma membuat pergerakanku semakin terbatas, bayangkan mana ada pekerjaan rumah tangga yang tidak membuat lelah?

Setelah 4 hari 3 malam rawat inap ternyata statusku belum juga menjadi sehat melainkan berubah menjadi pasien rawat jalan, yang artinya sekitar 2 x dalam sebulan harus bolak balik kontrol ke spesialis paru.

Yang luar biasa adalah suami dan anak anak tetap mau ikut mengantar, dan alasannya kasian klo mamanya bolak balik dan menunggu sendirian. Maklum RS tempatku dirawat ini masuk kategori RS favorit sehingga proses dari antrian dokter sampai ke menunggu obat makan waktu sekitar 3 sampai 4 jam.

Maka yang harus dipersiapkan dari rumah seperti biasa adalah si kaka dan suami harus lebih dulu dikasih pengertian untuk belajar bersabar kerna bayangan mamanya waktu 3 sampai 4 jam itu bukanlah sebentar.

M: "kaka mau ikut ke RS atau main
       krumah mbah uti?"
K:  "ikut aja mah"
M: "yakin kaka bisa tenang dan gak rewel
     "disana?
K : "kan ada papa ama faiz kan mah
      ?nanti aku main ajah"
M: "bener mau ikut, lama loh nunggunya
      kaka bisa... gak ribut minta buru buru
      pulang?"
K : "enggak kok, tapi nanti bawa bekel ya
       mah !"
M : "oke ! Asal janji kaka bisa tenang
      nungguin mama !"
K : " oke mah siap !"

Selain ke kaka bicara jelas juga harus dilakukan ke suami, supaya nantinya gak ada keterpaksaan atau rasa kurang dihargai.

M : "Pap, yakin mo anter aku?"
P  : "iya gak papa bareng bareng aja"
M : "lama loh, bisa sampe jam 9 malem
        ini Dokter rebutan banget,
        bookingnya aja kudu dari pagi ..."
P  : "iya gak masalah kan ada playground
        disana, ntar anak anak aku bawa  
        ksana"
M : "playground ama poli nya beda lantai
        loh, artinya kamu momong mereka
        sendirian, dan paling beberapa jam
        anak anak dah pada bosen, apalagi
        faiz gak bisa duduk tenang, maunya
        jalan kesana kemari, belom lagi
        kalau liat tangga pasti maunya naik
        turun..."
P  : "ya ntar liat situasi aja dulu pertama
        ke playground, klo rewel ya ajak turun
        ke kamu, kan depan polinya luas bisa
        buat faiz jalan bolak balik, udah
        pokoknya teang aja, inget loh astma
        itu gak boleh panik apalagi stress,
        lupa yaah..?
        udahlah tenang mosok iya aku gak
        bisa momong anak sendiri sih ma?
        Bisa lah insyaAllah"
M : "Alhamdulillah deh klo gitu baru aku
        tenang nih"

InsyaAllah dengan sering sering ngomong kayak gini, baik pasangan maupun anak akan mengerti apa yang kita mau dan kita butuhkan dan rasanya minta pendapat mereka pun penting agar komunikasi terjalin dua arah, bukan hanya "maunya mama pokoknya begini, harus !"

Nah permasalahan berbicara dengan keluarga sudah terselesaikan dengan baik, sekarang sepertinya juga harus mulai memotivasi diri sendiri untuk menerima penyakit yang Allah kasih ini dengan lapang dada, bersabar kalau sekarang serba terbatas melakukan aktifitas. Bahkan untuk berjalan terlalu cepat apalagi berlari pun sudah tidak boleh, bersabar untuk tidak menyantap sembarang makanan apalagi yang berpotensi menyebabkan batuk, sama sekali gak boleh cheating walau sekedar sepotong gorengan atau segelas es doger... insyaAllah dimudahkan selama mau berusaha. Apalagi suami pun sudah berkorban gak lagi menyediakan toples kerupuk atau rempeyek kacang kesukaannya, duh malu atuh dia aja berkorban segitunya masa iya akunyah gak bisa demi anak dan calon anak nih harus bisa ah... Bismillah.

Semoga kedepannya terbiasa berbicara dua arah dan mau berusaha mendengar pendapat anggota keluarga yang lainnya ini benar benar menjadi kebiasaan di keluarga kami, Aamiin ya Allah..

#Harike1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional